Berita
Melihat Lebih Dekat Pembangunan Tower Indonesia Satu

Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Rekayasa Konstruksi (MRK) Podomoro University mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di lapangan mengenai struktur pondasi bangunan gedung pencakar langit pada Kamis, 2 Juni 2016. Bertempat di Tower Indonesia Satu - Jalan ­Thamrin, Jakarta Pusat. Obyek pembelajaran meliputi struktur bawah (pondasi, basement, dan diaphragm wall).

Banyak hal menarik yang didapat mahasiswa dari kunjungan tersebut, diantaranya mereka mendapatkan beberapa data yang menarik untuk dipelajari, seperti: basement dari gedung tersebut nantinya akan sampai 7 level ke bawah, struktur kolom basement dibuat di luar kebiasaan pada umumnya yaitu memakai kingpost, serta pondasi bore-pile yang mencapai kedalaman -90 meter dengan diameter sampai dengan 1,5 meter dan untuk membangun basement ini diperlukan diaphragm wall (d-wall) setebal 1 meter dengan ketinggian 39 meter.

Mahasiswa Prodi MRK dalam studi lapangan ke proyek pembangunan Tower Indonesia Satu

 

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa Podomoro University diterima oleh Bapak Theo selaku project engineer dan mendapatkan penjelasan langsung mengenai berbagai hal dalam proses pembangunan proyek seperti salah satunya mengenai aspek manajemen waktu.

“Bagaimana jika hujan?”, tanya Erin, salah satu mahasiswi.

 “Tergantung intensitas hujan, kalau hujan dengan petir tentu pekerjaan akan istirahat terlebih dahulu, tapi kalau hujan biasa, pekerjaan masih bisa lanjut dengan berbagai treatment, misalnya pemasangan terpal pada mulut truck mixer”, jawab Pak Theo.

Mahasiswa terlihat sangat antusias ketika mendapatkan paparan mengenai proses pengecoran bore-pile yang mencapai kedalaman 90 meter itu. Antusiasme berlanjut ketika Pak Theo menjelaskan mengenai percepatan pekerjaan pondasi dengan memakai kingpost yang ditanam sampai level ke 7, dimana fungsi kingpost tersebut adalah sebagai tumpuan balok yang akan terhubung ke d-wall, sehingga akan memiliki fungsi ganda selama proses galian nantinya. Berbeda dengan proyek MRT yang juga memakai kingpost, pada proyek Indonesia Satu ini kingpost bersifat permanen, dalam arti nantinya akan menjadi kolom dari basement tersebut.

Setelah paparan selesai, mahasiswa diajak untuk terjun ke lapangan melihat proses pemancangan bore-pile terakhir serta melihat langsung proses pemancangan d-wall yang mencapai ketebalan 1 meter tersebut.

Terik dan panas serta haus pada siang hari di hari tersebut rasanya terbayar dengan pengalaman dan ilmu yang didapatkan mahasiswa dari kunjungan proyek kali ini.

 

Foto bersama mahasiswa dengan dosen pendamping serta engineer Tower Indonesia Satu

 

06 June 2016