Berita
Serupa, Tapi Tak Sama

Ada pelajaran menarik yang dipetik para mahasiswa Program Studi Manajemen dan Rekayasa Konstruksi (MRK), Podomoro University, dari kunjungannya ke dua proyek: Sopo del Office dan Harco Glodok. Sopo del Office berlokasi di kawasan Mega Kuningan, Kuningan, Jakarta Selatan. Sementara, Harco Glodok berada di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Kunjungan itu mereka lakukan pada awal April 2016.

Sopo del Office adalah proyek perkantoran, hotel dan sekaligus lifestyle center. Sementara, Harco Glodok yang dulunya adalah pusat pertokoan elektronik akan direvitalisasi menjadi pusat elektronik, barang-barang teknik dan alat-alat berat.

Dua proyek ini memiliki tantangan yang nyaris sama dan sekaligus berbeda. Jadi, serupa tapi tak sama. Kesamaannya, keduanya berlokasi di kawasan bisnis yang sibuk dengan arus lalu lintas yang padat dan ramai.

Perbedaannya, Sopo del Office memulai pembangunannya dari nol alias lahannya masih kosong. Sementara, Harco Glodok sebelumnya adalah bangunan tua. Kondisinya sudah tidak layak pakai, besi-besinya berkarat, betonnya banyak yang rapuh. Itu sebabnya bangunan yang sudah berdiri sejak 1970-an itu akan dihancurkan dan dibangun kembali.

Apa tantangan dua proyek tersebut dari sisi manajemen dan rekayasa konstruksi?

Mahasiswa MRK di proyek Sopo del Office: Safety briefing sebelum seluruh mahasiswa memasuki area proyek.

 

Seng Hansen, dosen Prodi MRK, menjelaskan, “Di proyek Sopo del Office, mahasiswa belajar memahami metode konstruksi untuk bangunan tingkat tinggi. Selain itu, karena berlokasi di kawasan perkantoran, banyak kerumitannya. Misalnya, area kerjanya sangat sempit. Lahan untuk menaruh material dan alat-alat kerja sangat terbatas, karena semua area akan menjadi bangunan.”

Paparan dari tim proyek Sopo del Office di lokasi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

 

Mencermati proses konstruksi di proyek Sopo del Office.

 

Prof. Ika Bali, juga dosen Prodi MRK, memberi contoh, “Pada proyek Sopo del Office ada pembuatan raft foundation atau pondasi rakit yang lumayan luas. Ini tentu membutuhkan pasokan betor cor dalam volume yang besar. Sementara, pengecoran beton mesti mempertimbangkan lingkungan kerja sekitar yang merupakan kawasan perkantoran, dan jangka waktunya juga terbatas, yakni hanya bisa dilakukan pada malam hari. Jadi tak bisa setiap saat. Dengan jam kerja yang terbatas, agar pembangunan pondasi rakitnya betul-betul kuat tentu membutuhkan manajemen pasokan beton cor yang rapi.”

Menelurusi proses pengerjaan proyek Sopo del Office dari satu tower ke tower lainnya.

 

Penggunaan bata ringan di Sopo del Office dapat
meringankan beban bangunan.

 

Foto bersama usai kunjungan di Sopo del Office.

 

Hansen menambahkan, “Masalah lainnya, di sana tiga bangunan yang berbeda, yakni tower A, tower B dan podium. Masing-masing punya jangka waktu penyelesaian yang berbeda-beda. Manajemen proyek, termasuk alokasi SDM, menjadi penting.”

Itulah tantangan dari proyek Sopo del Office. Bagaimana dengan Harco Glodok?

Pada masanya Harco Glodok adalah trade center paling lengkap dan paling modern di Jakarta. Ia pernah berjaya pada 1980 hingga 1990-an. Namun, seiring waktu, Harco Glodok kian menua. Konstruksi bangunannya sudah tak layak lagi. Besi-besinya banyak yang berkarat dan beton-betonnya kian rapuh. Ini tentu membahayakan. Oleh karena itu pusat belanja yang berdiri sejak tahun 1970-an perlu diremajakan.

Jadi, Harco Glodok akan diruntuhkan dan dibangun kembali. Jony Poetranto dari Harco Glodok memaparkan, “Ini bukan pekerjaan yang mudah, karena kanan-kirinya padat bangunan. Begitu pula dengan pembuatan pondasinya. Ini karena lokasi Harco Glodok yang di tengah kota.”

Jony Poetranto dari Harco Glodok saat memaparkan proses pembangunan kembali proyek yang berlokasi di pusat pertokoan di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

 

Mencermati penggunaan baja dan floor deck dalam proses konstruksi Harco Glodok.

 

Naik lagi ke tangga berikutnya.

 

Berfoto bersama di proyek Harco Glodok.

 

Proses pembangunan kembali Harco Glodok banyak menggunakan rangka baja yang dibalut beton, atau disebut beton komposit. Lalu, sebagai pengganti tulangan baja bagian bawah untuk lantai dipakai floor deck. Pemakaian floor deck akan mengurangi konsumsi beton cor. “Selain itu juga membuat proses pembangunan lebih cepat selesai,” kata Ika Bali.

Itulah perbedaan proses konstruksi pada dua proyek yang dikunjungi mahasiswa MRK. Sampai jumpa pada kuliah lapangan berikutnya.

08 April 2016