Berita
Tidak Hanya 3 Lagi, Tapi Sekarang Sudah 6

“Tidak hanya 3 lagi, tapi sekarang sudah ada 6 aspek yang perlu diperhitungkan dalam proyek konstruksi”, demikian penjelasan dari Ellyyanti pada perkuliahan dosen tamu di ruang 505 yang diselenggarakan oleh Prodi MRK (Manajemen & Rekayasa Konstruksi). “Di Indonesia memang umum diketahui 3 aspek penting yaitu biaya, mutu, dan waktu. Tetapi sekarang tren dalam mengelola sebuah proyek konstruksi tidak hanya 3 aspek tadi, tapi juga ditambah dengan aspek keselamatan, lingkungan, dan kontrak.”

Ibu Ellyyanti, founder dan trainer SQS (School of Quantity Survey Indonesia)

 

Demikianlah perkuliahan dosen tamu yang memang menjadi salah satu agenda penting Program Studi MRK Podomoro University. Selain untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait teori-teori yang ada, perkuliahan dosen tamu juga menjadi wadah interaksi langsung bagi mahasiswa dengan para pakar dan praktisi di industri konstruksi.

Pada perkuliahan dosen tamu kali ini, para mahasiswa Prodi MRK berkesempatan untuk memperoleh ilmu-ilmu praktis secara langsung dari salah satu pakar QS dan administrasi kontrak di Indonesia. Ibu Elly – demikian beliau biasa disapa – merupakan founder dan trainer dari SQS (School of Quantity Survey Indonesia). Selain itu, beliau juga sering menjadi konsultan bagi beberapa perusahaan kontraktor swasta maupun BUMN. Dengan pengalaman yang sudah teruji, beliau sering diundang menjadi pembicara atau moderator pada seminar-seminar nasional terkait penerapan ilmu Quantity Survey di Indonesia.

Ibu Ellyyanti memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Prodi MRK

 

Suasana perkuliahan bersama dengan Ibu Ellyyanti

 

Sesi perkuliahan dimulai dengan perkenalan singkat profil Bu Elly dan langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi. Beliau membawakan topik “QS Professional Practice: Contract & Estimating” yang memang berkenaan dengan subject yang diambil oleh mahasiswa prodi MRK semester ini yaitu Construction Contract Management dan Construction Quantification. Materi yang dibawakan mencakup pengenalan profesi QS, peranannya dalam siklus hidup proyek, administrasi kontrak, serta pengenalan singkat standar metode pengukuran. Beliau menjelaskan bahwa sampai saat ini Indonesia memang belum memiliki standar metode pengukuran, padahal kebutuhan adanya standar ini menjadi sangat penting terkait perhitungan BQ sebuah proyek konstruksi. Lebih lanjut Bu Elly juga menambahkan bahwa kebutuhan terkait profesi ini sangat besar di tahun-tahun mendatang. Dengan digalakannya pembangunan dan banyaknya proyek-proyek yang sedang berjalan maupun direncanakan, mahasiswa Prodi MRK maupun Teknik Sipil tidak perlu khawatir dengan peluang kerjanya.

Sesi perkuliahan diselingi dengan tanya jawab dan candaan sehingga perkuliahan tidak berjalan membosankan. Bahkan ketika sesi telah berakhir, Bu Elly masih ditahan oleh para mahasiswa yang ingin bertanya. Waktu 2 jam ternyata singkat!

Foto bersama seusai kuliah tamu bersama dengan Ibu Elly, dosen, mahasiswa

 

01 June 2016